Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label spirit. Show all posts
Showing posts with label spirit. Show all posts

Monday, August 8, 2016

8 Agustus 2015

8 Agustus 2015.
8 Agustus 2016.

Sudah setahun saya wisuda sarjana. Jadi ingat rentetan kejadian setelah wisuda. Saya menulis paragraf-paragraf di bawah ini setahun lalu, meski bukan di bulan Agustus. Membaca ini saya jadi ingat perjuangan sampai ke sini (ke Bogor), jadi menyesal lebih sering nonton drama dan baca novel ketimbang baca jurnal T-T

Ini, saya post sajalah tulisan saya itu. Judulnya di file saya adalah escaping Malang.

----

Thursday, December 31, 2015

The end of 2015

Bersiap untuk mengucap selamat tinggal pada 2015.
Sebelum resmi pergi, biar kita nostalgia sebelum berpisah ya 2015.
What a hectic year!
What happened in 2015? Here you go

1.Awal tahun ini disibukkan dengan rencana seminar proposal skripsi. Bahkan tahun baru 2015 dinikmati dari lantai tertinggi gedung F Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Sembari menanti uji serat pangan yang lumayan ribet prosedurnya, ditemani gerimis-gerimis romantis, lari-lari kecil dari rektorat ke gedung F (bersama lemot, ara dan zaa – yang juga lagi lembur di lab), dan yatta! Pergantian tahun diiringi suara kembang api, dan polusi asap yang luar biasa pastinya.

Friday, February 6, 2015

blurry but obvious

So I've been rejected twice in this early year. Alright, the show must go on. But it feel too painful, regret all the things I left behind. Everything I should did back then, ah :(
I know it's my fault, chose an option with lack of thought. Too late realize it now. Regret is regret, nothing to do and waste most of precious time for it. All I have to do right now is, chasing it, REALLY CHASING IT! I WON'T STAND HERE FOR LONG. I WANT GET IT TRUE, MAKE IT TRUE! LET'S GO, LIV!!

Friday, August 16, 2013

Merah Putih

Merdeka!
17 Agustus
Kata Merdeka akan banyak dipekik dan diketik hari ini. Dan sepanjang bulan kedelapan ini. Merdeka
Lagi-lagi kata itu akan banyak dibaca, didengar, dan digaung-gaungkan. 

Sebenarnya...
Buat apa ucap merdeka, jika penderitaan jelas masih diternakkan oleh makhluk spesies yang sama?
Buat apa ucap merdeka jika kejujuran masih dipenggal di lidah sendiri?
Buat apa ucap merdeka lantang, jika ternyata sadar tak sadar telah jadi hewan pengerat berwujud manusia?
Buat apa ucap merdeka, jika nyatanya hanya ingin dicap nasionalis?
Benarkah bangsa kita sudah merdeka?
Benarkah negara kita sudah merdeka?
Benarkah diri kita sudah merdeka?
..dari kemunafikan,
..dari belenggu keangkuhan,
..dari penjara keegoisan,
..dari ketidakpedulian.

Monday, June 10, 2013

Phi Brain ~

Phi Brain.
Kepala Sekolah, JIkugawa, Gammon, Cubic, Ana, Kaito, Nonoha, Rook, Bishop
Saya baru saja menyelesaikan season 1 anime pertama yang saya tonton, Phi Brain, 25 episode, 30 menit untuk tiap episode. Anime ini sebenarnya adalah anime yang sering diceritakan teman saya, si Mot. Sebelumnya saya tak terlalu suka dengan anime, ya karena memang tak pernah mencoba melihat haha. 

Phi brain adalah salah satu anime yang isi ceritanya tentang puzzle. Ya, bukan puzzle yang biasanya dimainkan anak kecil begitu, ini puzzle 3 dimensi kebanyakan. Tokoh utamanya adalah Kaito yang memiliki julukan Einstein. Lalu sahabat-sahabat Kaito, Nonoha, Gammon atau Galileo, Cubic atau Edison, Ana atau Da Vinci, dan Jikugawa sebagai Newton. 

Saturday, September 8, 2012

Jepang!!!!

oke. Kegilaan saya muncul lagi. Mimpi saya membara lagi!
Saya harus pergi ke JEPANG pokoknya titik! Biarlah impossible di tangan saya, tapi tentu tidak impossible di tangan pemilik saya. Mimpi ini membara lagi efek buka-buka blognya Danang A. P. GILAAAA saya ingin sekali menuntut ilmu di negeri ini. Entahlah, saya ingin. Saya ingin.

Tuesday, August 28, 2012

Dua topik pagi ini -

Meninggalkan pagi yang kian jauh dari kebutaannya, saya menemui dua topik yang sangat hangat pagi ini. Seperti teh hangat dalam cangkir keramik yang juga ikut menghangat.

Mau jadi apa negeri ini?

Mau jadi apa negeri ini??
Facebook tempat alayers ternyata belum sehat juga. Masih ada saja anak muda yang namenya puanjang dan ualay. Kalo saya mau juga saya bisa jadi alay nih sekarang, nama saya jadi Owliphieya Yoofanandwa. Aih tapi inget umurlah, udah mau kepala dua masa masih alay begitu.

Friday, August 17, 2012

Selamat!!

Selamat ulang tahun Bangsaku
Selamat hari kemerdekaan bangsaku
Dan semoga engkau cepat merdeka, Negaraku
Kuharap ibu Pertiwi bahagia dan tak bersusah hati lagi dengan semakin bertambah umurnya
Aku bangga jadi bagian darimu, Indonesiaku :)


Sunday, May 20, 2012

kenangan (yang menjadi hambar)

Kadang kala, masa lalu datang menyapa. Ya, sekedar menyapa. Bertatap muka untuk sekedar mengingatkan. Sama halnya dengan seseorang yang bertemu dengan teman lama, kenangan masa lalu membuat kita mengingat memori-memori yang menjadi satu paket penuh. Paket yang utuh, kenangan manis kenangan pahit, satu paket full. 
Akhir-akhir ini saya sering mendapat paket memori full itu, lengkap, bersama kenangan manis dan pahitnya. Tadinya jika saya merasakan lagi kenangan pahit itu, saya pasti menangis, atau jadi galau, sekarang, jika saya merasakan lagi paket pahit itu saya jadi biasa saja. Dan jika saya merasaka paket manis, saya pasti melayang lagi, walau tentu saja saya akan jatuh lagi, tapi kini sama saja seperti paket pahit, saya merasa biasa saja dengan paket manis itu. Dan itulah, saya sadar : 'apapun itu, waktu bisa mengubah segalanya, manis menjadi pahit, pahit menjadi manis, manis dan pahit menjadi hambar'.
Tentang kenangan, itulah yang membuat seseorang menjadi abadi di dalam seseorang yang lain. Tak ada yang abadi, tapi kenangan mungkin menjadi yang abadi di antara sedikit yang menjadi abadi.
Kenangan?
saya ingin membuat seribu kenangan, untuk masa tua saya kelak..

Monday, May 7, 2012

kebakaran (lagi)

DUMM! 
Malam ini berkobar lagi kilang minyak di kepala saya. Entah sudah berapa lama saya tak membakar diri sendiri seperti ini, yang pasti malam ini saya terbakar. Pertahanan yang saya bangun entah berapa lama justru saya hancurkan dengan kepala saya sendiri. Dan sejujurnya, saya menyesal karena secara langsung saya menampakkan amarah saya, sungguh tadi saya benar-benar emosi. Apa boleh buat, jika saya tak begitu juga tetap akan dibegitukan kan.. Hadeh ini salah saya juga, dan sebenarnya saya menyesal sungguh dan sungguh amat menyesal, karena seseorang yang saya hadapi sekarang adalah seseorang yang amat-amat dan sangat sensitif ~ hadaaaaaah !!

Thursday, May 3, 2012

benar

saya bahagia di sini, 
ternyata Imam Syafi'i benar
"Orang yang pandai dan beradab 
tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah
ke negeri orang
Merantaulah, kau akan mendapatkan
pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa
setelah lelah berjuang"
tapi ada yang harus saya kejar
yang lain
wiss me luck ya kawan :)

Monday, April 30, 2012

NUBIR

NUBIR? apa itu nubir? #eaaa nubir itu NUansa BIRu, suatu acara semacam perpisahan di High School saya..

Friday, March 30, 2012

Lalu apa tujuan akhirmu?

"Lalu apa tujuan akhirmu?"
DEG ! 
Pertanyaan itu yang akan selalu saya ingat, pertanyaan yang menyentak detik-detik yang mengalir di sekitar saya
"Lalu apa tujuan akhirmu?"
Itu adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh sisi lain di kepala saya. Kemana tujuan akhir saya? Kemana saya akan kembali? Kemana kaki ini akan saya langkahkan?
Cita-cita saya adalah menjadi seseorang yang berguna, menjadi seseorang yang 'abadi', menjadi seseorang yang namanya tak mati hingga beribu tahun meski jasadnya sudah dilahap bumi, "jadi itukah tujuan akhirmu?" DEG ! lagi-lagi pertanyaan itu menyentak kehidupan saya.
Ah, saya ingin pergi keliling dunia, tahun depan saya WAJIB ke JEPANG ! wajib ! saya ingin menjelajahi bumi ini, saya ingin merasakan segala hawa di dunia ini, saya ingin, lalu, itukah tujuan akhir saya? Ah ~ pertanyaan yang mengganggu.
"Lalu kemana tujuan akhirmu?"
Merenungkan pertanyaan itu, saya sadar, semuanya akan kembali pada Pencipta dari apa-apa yang diciptakan, suatu saat saya akan kembali kepadaNya, entah sekian detik lagi, tiga puluh menit lagi, satu jam lagi, besok, lusa, sebulan lagi, entahlah, saya tak tau kapan, yang PASTI itu PASTI terjadi.
"Jadi kemana tujuan akhirmu?"
'surga' bisik satu suara malu-malu di dasar hati saya. Ah tak tau malu ! Begitu menjadikan surga sebagai tujuan akhirmu? HAH ! Pelihara dulu langkahmu di jalan yang putih ! jangan asal memilih seenaknya.
Dia berhak memutuskan kemana kau akan kembali, kembali bersamaNya, atau terkurung di bawah sana, SADARLAH !
"Jadi, kemana tujuan akhirmu?"
DEG !

Monday, March 12, 2012

Hadapi dan BANTING !!

anggap saja sedang berada di arena pertandingan yang tidak memungkinkan untuk berlari. Pilihannya hanya satu : HADAPI. Menang kalah itu pilihan terakhir, paling tidak, jika tak menang, masih bisa berjalan dengan terhormat. yo, TENDANG TENDANG TENDANG, peluk dan BANTING !!

Saturday, February 18, 2012

I'm OFF !

Sekarang yang namanya motivasi dimana-mana, banyak macamnya pula. Biasanya para motivator mengatakan pada audiencenya "Jangan menyerah untuk menggapai mimpi kita, jangan patah semangat untuk mencoba dan mencoba". Tadinya saya percaya dengan motivasi ini, tapi sekarang saya sedikit tak setuju dengan kalimat itu.

Monday, January 30, 2012

Juluran Tangan : hal yang biasa

Hari ini saya bosan sekali di rumah, bangun tidur buka penutup saji di meja makan dan tadaaaaaaaaa makanan sudah tersedia. Wah rasanya indah sekali dunia ini, hehehe. Tapi ya ya, ini membuat saya bosan, kenapa? Karena rasanya tak ada lagi yang bisa saya kerjakan, walau ada yang saya kerjakan pun rasanya saya malas hahaha. Oh Tuhan ampuni hambamu ini. 

Setelah adik kecil saya pulang sekolah (Playgroup) barulah saya mengajak mama saya keluar, ya cuma sekedar jalan-jalan boleh lah ya. Awalnya sih berencana membeli kain, tapi batal juga mencari kain ini. Dan akhirnya malah ke matahari dan entah juga mau ngapain. Setelah di matahari dan mbulet gak karuan daaaaan tidak mendapatkan apapun – karena gak ada duit— haha ya sudah akhirnya kami turun untuk pulang. Sebelum benar-benar pulang kami berdua makan kue dulu di pinggir jalan, dan tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang lumayan tua (bukan sangat tua) yang mengucapkan salam kepada kami sambil menjulurkan tangannya. Saya hanya menatapnya, bingung. Dan setelah beliau pergi baru mama saya berkata “itu ngemis lho”. “hmm iya masih seger gitu, padahal masih bisa kerja ya Ma” jawab saya. Seketika itu saya berpikir.

Kalau dilihat sekarang ini memang banyak sekali rasanya yang begitu, padahal masih pada usia produktif dan ya, mereka aktif dan produktif dalam dunia pengemisan. Apa benar-benar tak ada lapangan pekerjaan yang sanggup menampung masyarakat saat ini? Atau memang masyarakatnya yang tidak mempunyai bekal untuk hidup di dunia kerja yang sesungguhnya (bukan bekerja untuk meminta-minta)? Well saya tak tau jawabannya.

Miris memang kalau melihat pemandangan ini, tapi rasanya sejak kecil kita sudah dibiasakan melihat pengemis dimana-mana, di pertokoan, di area peribadatan, bahakan di rumah kita sendiri ! rasa iba itu hanya satu dua kali saja muncul, selebihnya dengan mudahnya kita bilang “maaf”. Ini salah kita? Salah mereka? Atau salah Negara? Entahlah.

Bahkan saya pernah mendengar tentang isu-isu di kalangan-kalangan ini, yaitu mereka-mereka bahkan ada yang rela menyewa bayi atau balita untuk digendong-gendong ya untuk menumbuhkan iba yang lebih besar. Ah, bagaimana ini? Apa mereka-mereka benar-benar tak bisa bekerja? Atau bahkan tak memilki keterampilan sama sekali? Saya tak tau.

Saya pribadi sampai detik ini hanya bisa mengkritik, memprotes, memaki, dan terus mengasihani, hanya sekedar itu, no more. Saya hanya ingin bertanya, mana peran Negara ini yang katanya akan memelihara fakir miskin dan anak terlantar? Sampai saat ini belum pernah saya  melihat ada upaya dari pemerintah yang bisa mengurangi jumlah fakir miskin dan anak terlantar ini. Miris. Suatu saat saya ingin benar-benar turun. Benar-benar terlibat dengan dunia itu dan mengurangi pengemis-pengemis dan juga anak terlanjar di Negara ini. Bisakah? Pasti bisa !

Sekarang, apa yang bisa kita lakukan? Hanya meletakkan tangan kita di atas dan membiarkan tangan mereka terus dibawah? Atau berusaha menjabat tangan mereka hingga mereka juga bisa berbuat sebaliknya, membiarkan tangan mereka di atas? Tentu saja bisa begitu, mungkin tidak dalam jangka waktu yang cepat, namun jika saat ini kita berusaha terus dan terus untuk menuntut ilmu hingga kita dapat mengamalkan ilmu dan mendapatkan penghasilan atau bahkan bisa membuat lapangan pekerjaan, bukankah kita bisa membuat itu menjadi kenyataan? HAMASAH !!

senja

Adakah yang bisa melukis langit seindah lukisanMu?
Dengan cat yang indah
Memoles warna orange di langit barat
hingga biru di langit timur

Adakah yang bisa menyamai ciptaanMu?
Ya Allah, yang begitu mencintai keindahan
Tak ada seorangpun yang bisa menyamai ciptaanMu
bahkan setetespun

Langit yang Kau ciptakan
yang mempunyai seribu ekspresi
yang bisa berubah menjadi siang dan malam
yang luas jauh 
Jika bukan Engkau, tak kan ada yang bisa
wahai Sang Pemilik Semesta

Tuesday, January 10, 2012

Something about UAS H-1

Koniciwa everybody !
                 
Minggu ini adalah pekan UAS bagi mahasiswa Universitas Brawijaya. Dua pekan menegangkan (kalau mau dibuat tegang) dan dua pekan serius (harus dibawa serius).

Kemarin (09/01) adalah hari pertama UAS, mata kuliah pertama yang diujikan adalah mata kuliah inti menurut saya, Pengantar Ilmu dan Teknologi Pangan. Saya sudah mempersiapkan ini sejak beberapa hari sebelumnya, ya walau hanya sekedar merangkum sekian ratus slide, setidaknya saya membaca. Entah mengapa rasanya malas sekali mau ‘getol’ belajar. Pada hari H ujian, seperti biasa saya tidak pikir panjang untuk memilih tempat duduk. Asal tidak terlalu belakang, it’s OKe dimana aja boleh. Dan saya langsung memilih tempat duduk di depan pengawas dekat pintu masuk (dan juga pintu keluar).
                
Pada menit-menit awal, perjalanan mengerjakan soal lancar-lancar saja, saya mengerjakan langsung ke nomor 4, lalu baru nomor 2. Pada saat On the way inilah ada gangguan yang menyita perhatian saya, dua pengawas di depan saya asyik sekali mengobrol, astaga dasar wanitaaaaa. Sedikit banyak tentu saya dapat merekam apa yang mereka bicarakan, bicara tentang kehamilan, keuangan, ngegosip, ah apalagi saya tak tau. Pada saat mengerjakan soal ujian dan butuh konsentrasi tinggi untuk memanggil kembali apa yang sudah dihafalkan, tentu ini bukan hal yang mudah untuk diabaikan. Rasanya saya ingin sekali berkata pada mereka berdua “maaf Bu, saya butuh konsentrasi” walau nyali untuk mengatakan satu kalimat itu ada dan besar sekali, tapi saya mengurungkan niat saya. Saya hanya mencoba menatap mereka berdua, menatap setajam yang saya bisa, berharap mereka tersindir dan menghentikan obrolannya, tapi nyatanya hasilnya NIHIL!
                
Oh God, dongkol setengah mati memang, saat itu yang ada di pikiran saya hanya bagaimana caranya memarahi mereka, dan akhirnya pada satu titik, saya sadar : Kenapa saya harus memfokuskan pikiran saya pada dua makhluk di depan saya ini, kenapa tak memfokuskan diri pada dua lembar kertas buram di meja saya saja. Masih banyak yang belum sempurna pada jawaban-jawaban saya, dan masih ada satu nomor yang masih kosong. Well akhirnya saya mencoba mengabaikan suara-suara makhluk-makhluk itu. Saya tak ingin usaha saya selama sekian hari harus dirusak hanya oleh satu gangguan kecil yang ‘sebenarnya’ bisa diatasi.
                
Dari sinilah saya sadar akan suatu hal yang kadang kita lakukan dan seringkali kita tak menyadarinya. Dalam usaha kita untuk mencapai sesuatu, seringkali kita hanya membuang-buang pikiran kita terhadap apa yang ‘mengganggu’, bukan memfokuskan penuh pada apa yang seharusnya kita usahakan dengan maksimal. Kadang kita perlu bersikap selayaknya orang tuli yang tak bisa mendengar apapun, mengabaikan segala hal yang tak perlu kita perhatikan.
                
Hari pertama UAS sudah saya lalui dan sejujurnya saya tak puas dengan apa yang sudah saya kerjakan. Seharusnya saya bisa lebih dari itu. Tapi seperti biasa, sama seperti bertahun-tahun ini, saat saya menyesal dan menghadapi suatu kekecewaan terhadap diri saya, saya membisikkan sesuatu di dalam otak saya : ‘Mengapa harus terus menyesal terhadap sesuatu toh itu sudah terjadi dan tak dapat dirubah, Yang terpenting adalah usaha untuk menjadikan yang esok lebih dari hari ini, dan hari ini lebih dari kemarin.’ Itu adalah sesuatu yang membuat saya menghembuskan api kecewa dan menghirup semangat saya kembali, cara simple saya menyemangati diri sendiri. Kalau bukan saya, sapa lagi yang akan membangkitkan seorang Olivia Yofananda? Overall, SUKSES buat UAS !!