Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label sudut pandang. Show all posts
Showing posts with label sudut pandang. Show all posts

Saturday, April 9, 2016

Taste bud

"Setiap papila tidak hanya memiliki satu reseptor rasa, tapi bisa empat sampai lima reseptor."

Baiklah, aku gambar penampakan si papila  secara umum. Papila berbentuk circumuallate. Bagian atas adalah papila, di dalamnya ada beberapa reseptor bernama taste bud yang 'batang'nya adalah syaraf. Jadi benar, teori wilayah rasa itu sudah jatuh. Setiap bagian di lidah kita bisa merasakan semua rasa dasar. Walau memang ada daerah-daerah tertentu yang lebih sensitif terhadap rasa tertentu.
Aku mengontrol handphone sesekali, checking apakah fungsi recorder masih berjalan. Aku tak ingin tertinggal satu kata pun. 

Tuesday, March 29, 2016

時間

Apakah itu waktu?
Ia hanya sebuah kata benda. Invisible. Sering melakukan pekerjaan, entah berlari, entah berjalan atau sekedar ingin dihentikan. 
Apakah itu waktu? 
Ia sering disandingkan dengan kata sifat, yang pendek, yang panjang, yang tepat (?)

Wednesday, November 5, 2014

Lebur melebur lebur

Mungkin memang ada benarnya, tipe orang mempengaruhi bagaimana dia bertindak kepada orang lain. Saya selalu berpikir, apakah kata2 saya akan menyakiti orang lain atau tak. 

Melankolis. Saya dominan dengan tipe kepribadian yang itu. Untuk berbicara pada orang lain, menuangkan apapun yang saya pikirkan dan saya rasakan tentang mereka itu bukan pekerjaan yang mudah bagi saya. Sebelum mengatakan ini itu, saya selalu berpikir, 'apakah kalau saya bicara begitu akan menyakiti hatinya, apakah benar kalau mereka begini, mereka begitu, apa bukan saya yang salah, apa nanti mereka tak akan terluka oleh kata-kata saya.' Well, terlalu banyak berpikir itu kadang melelahkan, seringkali malah itikat kita untuk menyampaikan uraian perasaan jengkel dan kesal jadi tak tersampaikan. Begitulah saya, seringkali diam kalau kesal. 

Monday, November 3, 2014

Black Side

Sisi hitammu menakjubkan. Ia lebih besar dari sisi putihmu, lebih hebat, lebih kuat dari apapun yang membuatmu terang. Lihatlah, dia sering menggeliat dalam ketakutan akan ketakmampuan dirimu sendiri, dia bertumbuh menjadi kecemburuan pada apa yang tak bisa kau usahakan. Dengarlah, dia membisikimu apa yang harusnya kau acuhkan. Dia hebat, menjelma menjadi rasa iri berlebihan, perasaan ingin menguasai dan pandangan merendahkan. Kau punya semua sisi hitam itu, yang berdiri tegap di ujung ruang kepalamu, selalu siap berperang dengan kewaspadaanmu.

Friday, October 17, 2014

Jika Aku Tak Punya Kepala



10月4日Ku tuliskan “jika aku tak punya kepala” pada notes handphoneku. Aku lupa ingin menulis apa. Begitulah, ternyata aku seorang manusia, yang bisanya lupa. Dan kadang sungguh tak bisa melupa. 

Tapi, jika aku tak punya kepala, apa jadinya? Jika tiap manusia tak punya kepala, bagaimana jadinya?

Karena pada kepala, tempat tertinggi pada manusia, keangkuhan dan kesombongan bermula. Dari kepala, pandangan merendahkan itu berasal, dari kepala suara sumbang diabaikan, dari kepala pula, lidah mudah merajut luka.

Saturday, February 1, 2014

tundukku

If I say as a soul, you know I'm free

Bagaimana bisa ku tahan bola kaca di mataku tak pecah saat ku dengar apa yang sudah kuduga itu. Sementara aku masih bertahan dalam kebenaran yang ku pegang. Aku selalu menurutimu, kebohongan terakhirku sudah bertahun lalu, sementara tundukku padamu selalu sejengkal lebih rendah daripada angkuhku. 

Jadi ini masih salahku? Sementara kau benar-benar tak bicara denganku, bahkan ketika ku ajak kau berbincang. 

Dan ternyata itu masalahmu, perdamaian dalam hatimu belum kau kibarkan. Dan aku yang kena tiang benderanya. Kau serahkan padaku. Padahal jelas-jelas kau bilang apa yang kau mau, apa yang berlawanan dengan fakta tentangmu dan seirama dengan keinginanmu berpuluh tahun lalu. Ini masih salahku?
Jangan pernah bilang kau tau aku. Kau tak kan pernah tau. Bahkan pada dirimu sendiri kau tak mau berdamai, bagaimana kau mau berdamai dengan keadaan yang selalu membuat orang lain berada di sisi yang salah. Jika bisa aku teriak, ku teriakkan apa yang tak ku suka darimu. Tapi bukankah tundukku harus selalu sejajar dengan kakimu? 

But now I'm a human, that don't have a freedom. Death is my freedom

Wednesday, January 15, 2014

Misi Agen Kanan



Report. Laporan. 

Ini adalah rangkaian laporan dari Agen kanan. Agen Kanan adalah sebutan untuk memperoleh kebahagiaan, otak kanan yang berperan besar. Agen Kanan kali ini melangkah di jalan kemanusiaan bidang pendidikan, berusaha memasuki gerbang salah satu pintu yang menuju jalan lain yang biasa ditempuh. Ya, mencoba melalui salah satu titik untuk menjadi salah satu volunteer di Inspiring Youth Educators. Agen Kanan sedang bersinyal penuh, kobaran api menggebu membakar keraguan. Well, this is it. Bisa dibilang ini adalah titik akhir untuk mencapai pintu itu.

Pintu volunteer yang tiba-tiba ingin dibuka, karena satu dua alasan di masa lampau. Karena pernah menggores satu kalimat pada lembar bekas yang tak terpakai. ‘Jangan hanya jadi pohon dan dan diam. Hanya tumbuh untuk diri sendiri. Jadilah pohon yang menghidupi, bernapas untuk sekitar.’ Berbekal kalimat itu, yang tak ingin hanya jadi coretan, yang tak ingin hanya sekedar melihat, mendengar dan berkomentar, maka berjalanlah perlahan kaki Agen Kanan untuk berusaha bernapas untuk sekitar. Sama seperti pohon yang tak hanya menyerap air dari tanah dan menghirup karbon dioksida dari lingkungan, Agen Kanan juga harus bisa bernapas untuk sekitar, membagikan apa yang telah didapatkan untuk bermanfaat bagi kehidupan. To be inspire.

Thursday, January 9, 2014

Pencapaian



Selamat malam wahai dunia dalam alam pikir.

Beberapa tawa terdengar dari sela desau kipas di bawah kotak kabel tipis. Kacamata sudah bertengger di tempatnya berada. Flashdisk tertancap tepat di wadahnya, siap dilahap untuk diserap sarinya.

Apa yang harus ku lakukan.

Pikiran terus mengulang-ulang satu tema. Lidah terus berkata tentang satu bahan, meski sejujurnya bukan itu yang ada dalam kepala, sama sekali bukan tentang topik utama.

Ke mana kakiku harus ku bimbing? Jalan mana yang harus ku tempuh?

Lalu beberapa profesi muncul sekelebatan. Pengusaha. Pegawai kantoran. Pengajar. Teknisi. Kemudian satu kata hadir mengagetkan. BERHASIL

Apa arti kata itu? Berhasil? Ber-hasil?

Wednesday, January 1, 2014

2014

Selamat datang 2014. 
Welcome to the new era
hari ini kolom bagian kanan sudah ada empat tahun yang berbeda, tiga tahun dalam perjalanan empat tahun saya menulis. Well actually saya sudah menulis sejak SMP, heuheu, nulis geje. Sama sih sampai saat ini juga masih nggak jelas nulis apa. Tapi paling tidak, buat saya menulis itu pelepasan. Pelepasan segala-gala yang menggalaui pikiran saya.

Taraaaa...
2014!!
Saya tak bicara soal resolusi, hanya akan bicara soal hal-hal yang ingin saya selesaikan tahun ini. (insya Allah sih, kalau diberi napas sampai akhir tahun)
1. Lulus atau paling tidak skripsi beres tahun ini (padahal mulai aja belom -___-). Saya sih masih ingin main-main, masih ingin menikmati masa muda, tapi ya kok kalau dipikir-pikir masa saya tega sih berlama-lama bikin beban orang tua berat gitu. Tentu orang tua saya menganggap bukan beban, tapi sudah cukup ah saya jadi anak yang biaya sekolahnya mahal terus.
2. Saya ingin jalan-jalan lagi. Semarang, Bandung, Bromo, pantai-pantai, wait me ya sayangs.
3. Saya mau memulai proyek 'hijau' saya. Mendisiplinkan diri sendiri dulu, nanti lanjut ajak-ajak orang lain
4. *nggak bisa ditulis*
5. *sok-sok-an nggak bisa cerita*


Hehe asli poin empat ada yang mau ditulis tapi males mau ceritain (cuma rachmi dan tami yang tau. Heuheu) poin lima, itu gilanya saya aja sih. 

Tepar seharian ke Wonorejo. capek gueh *dikeplak orang Jember* *Jember ae guah gueh*
Oke welcome 2014.

Tuesday, December 24, 2013

The Host

Sang Inang.

Baru selesai saya menonton film The Host, tentu bukan film baru, tentu juga tidak menonton di bioskop. You know this movie? Or maybe you know the novel? Kira-kira tiga tahun lalu saya membaca novel The Host karya Stephehie Meyer, novel seorang teman saya juga, hehe. Stephenie Meyer, penulis wanita luar biasa saya pikir. Saya takjub dengan bagaimana cara dia membayangkan, bagaimana cara dia berimajinasi. Sama seperti J.K Rowling yang imajinasinya tak kalah luar biasa. Ini orang-orang bagaimana caranya berkhayal bisa seperti itu.

The Host. Cerita tentang penjajahan bumi oleh makhluk asing yang actually hanya karena seonggok jiwa, yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan jiwa manusia di dalamnya bisa mati – atau tidak. Kalau dipikir-pikir sih memang tidak mungkin ini terjadi, tapi ah apa yang tidak mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin menjadikan segala sesuatu menjadi mungkin. Maybe yes maybe no.

Saturday, June 29, 2013

cita

"Memangnya setelah lulus kamu pengen kerja dimana?" dia bertanya setelah menjelaskan tentang keinginannya setelah ini yaitu menjadi pegawai di perusaahaan X. Aku diam. "Ha?" aku berpikir, aku tak tau aku ingin bekerja di mana, aku tak menentukan satu perusahaan pun untuk mengaplikasikan ilmuku yang masih dangkal.
Kemudian hening di antara kami. Aku tak tau aku ingin ke mana. Mengapa tak seperti dulu saat masih kecil. Pikiranku tersedot ke masa lalu. Masa saat aku begitu mudahnya menentukan pilihan ingin menjadi apa.
Aku pernah menuliskan menjadi guru, aku pernah menuliskan ingin menjadi arsitek dan akhirnya aku hanya menuliskan ingin keliling dunia. Saat di masa pertengahan sekolah menengah, aku begitu ingin menjadi dokter.
Sekarang, jika ditanya aku ingin menjadi apa, selalu kujawab sekenanya, "aku ingin jadi presiden." Semakin bertambah usia, semakin banyak yang dipertimbangkan, semakin tak mudah menentukan ingin menjadi apa. Aku, tak menentukan ingin menjadi apa, aku ingin keliling dunia, aku ingin hidup seribu tahun lamanya, aku ingin bahagia, sesederhana itu. Jika mungkin ada satu profesi yang ingin ku lakukan adalah, aku ingin menjadi....

Monday, June 10, 2013

Phi Brain ~

Phi Brain.
Kepala Sekolah, JIkugawa, Gammon, Cubic, Ana, Kaito, Nonoha, Rook, Bishop
Saya baru saja menyelesaikan season 1 anime pertama yang saya tonton, Phi Brain, 25 episode, 30 menit untuk tiap episode. Anime ini sebenarnya adalah anime yang sering diceritakan teman saya, si Mot. Sebelumnya saya tak terlalu suka dengan anime, ya karena memang tak pernah mencoba melihat haha. 

Phi brain adalah salah satu anime yang isi ceritanya tentang puzzle. Ya, bukan puzzle yang biasanya dimainkan anak kecil begitu, ini puzzle 3 dimensi kebanyakan. Tokoh utamanya adalah Kaito yang memiliki julukan Einstein. Lalu sahabat-sahabat Kaito, Nonoha, Gammon atau Galileo, Cubic atau Edison, Ana atau Da Vinci, dan Jikugawa sebagai Newton. 

Tuesday, June 4, 2013

Pemahaman

Seringkali pemahaman timbul karena adanya proses pengulangan, tidak serta merta muncul saat pertama membaca atau berjumpa.
Bisa disamakan seperti saat kita bertemu dengan seseorang, lantas sedikit banyak kita 'tau' bagaimana penampakan dan tingkah lakunya. Ya, sekedar tau adalah proses pembentukan persepsi saat hanya sekali bertemu. Sedangkan memahami seseorang adalah hasil dari suatu proses, dari tau selanjutnya mencari tau, menelaah, mengkaji, lalu persepsi berbeda terbentuk dan akhirnya memahami.
Seandainya konsep belajar seperti itu, luar biasa jadinya. Membaca suatu materi sekali maka akan terbentuk pengetahuan. Lalu mengulang, mengkaji, dengan cara mencari tau lebih lanjut, maka pengetahuan itu tidak akan dangkal, timbullah pemahaman.
Iya, begitulah racau saya malam ini.
Ini efek radikal bebas yang begitu menarik di kepala saya. Karena adanya radikal bebas itulah maka antioksidan tidak sia-sia. Ah, tiada yang diciptakan sia-sia bukan?? :)

Monday, June 3, 2013

waiting

waiting...
menunggu.
is boring?
ehm..

oke. Hai hai.. 
Siapa yang sedang menunggu? menanti? waiting? Hayo ngacung! Bagaimana rasanya?
       Saya juga sedang menunggu saat ini. Ada beberapa hal yang saya nantikan. Pertama, pengumuman sebuah lomba yang saya ikuti beberapa minggu yang lalu, katanya sih diumumkan 12 Mei kemarin tapi sampai sekarang tak ada. Okelah, hehe meskipun diumumkan kapan juga, saya tak terlalu yakin akan dapat nominasi, heuheu. Cerita yang saya kirimkan gueje hehehe. Titik. Hal kedua yang saya nantikan beberapa hari yang lalu adalah pengumuman panitia. Sekarang sih sudah ada pengumumannya, tidak sesuai dengan apa yang benar-benar saya harapkan. Tapi......

Friday, March 29, 2013

Apapun itu

Siang, panas, dan aku bosan.
Kuambil ponselku, memasang headset di ujungnya, lalu memilih playlist lagu-lagu favoritku, Dear God, Feel, Knockin' on Heaven Door, lalu More Than Words. Beranjak lagi ke lagu-lagu lainnya, lagu-lagu yang dulu pernah jadi lagu sendu, Good Bye, hey! Aku dulu pernah menangis mendengar lagu ini.

Aku menggali-gali lagi kenangan-kenangan lamaku, memangkas waktu, merapatkan rasa, daaan tak kutemukan lagi sakit dan duka yang dulu membakar senyumku. Tak kutemukan lagi air mata yang membuatku seakan hancur, berlebihan, ingin kutertawakan diriku yang dulu, menyedihkan, kekanakan. Benar bukan, rasa, apapun itu, bisa menjadi hambar dengan berjalannya waktu, ya, sedihku luruh, rasaku? Masih perlu ditanyakan? Tidak ada lagi di sana, meski sudah kucari, meski sudah kucoba untuk ditemukan, tidak ada lagi di sana, tidak ada lagi. Entah ke mana.

Waktu, apapun itu, meski tak nampak, bukankah ia adalah media transformasi yang handal? Rasa, apapun itu, bukankah tak pernah selalu sama? Karena bukan aku, bukan aku yang mengendalikan semuanya, bukan aku. Aku tak punya kendali akan rasaku sendiri, sungguh.

Thursday, September 27, 2012

Apakah kita manusia??

Kita disebut manusia bukan karena tangan kita.
Tapi karena akal.
Lalu mengapa kita sering menyelesaikan masalah dengan tangan kita? Bertawuran, memegang belati, pedang, sabit, rantai, amarah terkumpul di satu titik, tangan. Kemanakah akal kita saat itu? Pantaskah kita disebut manusia??

Thursday, September 20, 2012

Relativitas

“Kau tau teori relativitas?” Tanya sang Wanita kepada Prianya, jangkrik mengiringi hembusan napas mereka berdua.
“E=mc2?”  jawab Sang Lelaki datar, dia sedang melihat hijau di pelupuk matanya, pemandangan lembah di puncak yang berada di kakinya.
“Iya, E=mc2 tapi aku tak tertarik dengan rumus itu,” kata Sang Wanita datar.
“Lalu?” kata Sang Lelaki sambil menatap wanitanya.

Tuesday, August 28, 2012

Dua topik pagi ini -

Meninggalkan pagi yang kian jauh dari kebutaannya, saya menemui dua topik yang sangat hangat pagi ini. Seperti teh hangat dalam cangkir keramik yang juga ikut menghangat.

Mau jadi apa negeri ini?

Mau jadi apa negeri ini??
Facebook tempat alayers ternyata belum sehat juga. Masih ada saja anak muda yang namenya puanjang dan ualay. Kalo saya mau juga saya bisa jadi alay nih sekarang, nama saya jadi Owliphieya Yoofanandwa. Aih tapi inget umurlah, udah mau kepala dua masa masih alay begitu.

Thursday, August 2, 2012

tanya (?)

Sebenarnya seberapa besar bumi ini? Merasakan jauhnya jarak Malang Jember yang pada peta tak sampai 10 senti saja sudah malas apalagi jarak dari ujung utara sampai selatan bumi ini. Jadi hey Bumi, seberapa besar dirimu??

Sebenarnya seberapa luas jagat raya ini? Membayangkan besarnya bumi saja tak mampu apalagi luasnya jagat raya. Matahari yang terasa dekat tiba-tiba menyentak, tak sedekat itu, dia jauh. Jadi hey jagat raya, seluas apakah dirimu?

Dan...
Sekecil apakah diri ini hingga berani merasa dan berlaku 'tinggi' ?

Dan lagi, Engkau, bukankah sungguh Maha Besar? Subhanallah..