Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, October 27, 2011

masih lama

masih lama,
nikmati saja,
apa yang ada di depan mata..
apa yang ada di bawah kakimu, lintasanmu..
masih lama,
atau aku saja yang berpikir bahwa masih lama??
bahkan aku tak benar-benar tau kapan itu akan terjadi..
masih lama,
sesuatu yang tiba-tiba kuinginkan..
dan hanya bisa kusambut dengan senyum dan malu..
masih lama,
bahkan aku tak tau..
masih lama,
masih lama,
ini bukan waktunya untuk memikirkan yang masih lama..
ini waktunya mengejar yang dari dulu..
masih lama,
aku tau..
walau masih lama..
insyaallah itu kan terjadi..
masih lama,
lalu dengan siapa??
masih lama,
aku tak tau..
tersenyum mengingat itu....
impian yang mati suri....

Wednesday, October 26, 2011

kata

haruskah aku menjawab??
jika kau tak pernah bertanya..
haruskah aku memberi??
jika tak pernah sekalipun kau meminta..
haruskah aku berbicara??
jika kau tak pernah mendengar..
aku akan diam.
aku akan diam.
diam.
diam
seperti sebelum semuanya.
diam
seperti yang kau mau??
diam.
bahkan kau selalu diam.
seolah sendiri
seolah sepi
diam.
tutup mulutmu
dan pergilah
kau tau aku akan diam
kau juga tau
aku tak bisa pergi
jadi
pergilah
dengan diam
pergilah
jangan pernah kembali
sampai kau menemukan
sampai kau bisa berbicara
bicara dengan makna.
tutup mulutmu !

Monday, October 24, 2011

berlari atau berjalan

jika dengan berjalan kau dapat menempuh perjalanan sejauh  50 km, dan dengan berlaripun kau dapat menempuh perjalanan sejauh 50 km pula, mana yang akan kau pilih untuk kau lakukan ??

oke mungkin jawaban saya adalah jawaban sok idealis yang akan anda baca, but let me share it ya :)

Jika ada yang bertanya dengan pertanyaan itu, saya akan menjawab : memilih untuk berlari.
kenapa??
Karena dengan berlari kita akan mencapai target dengan lebih cepat. Tapi dengan energi lebih besar?? Of course, dengan energi lebih besar tentunya, konsentrasi tinggi dan kekuatan fokus yang tinggi pula. Seperti seseorang yang berlari, mengerahkan tenaga, melangkahkan kaki semakin cepat dan cepat di lintasan yang benar, mengayunkan tangan seirama dengan langkah kaki, mengatur napas, dan fokus pada pandangan.
Tentunya sebelum melakukan perjalanan dengan berlari, kita harus menyantap seporsi tenaga yang besar untuk perbekalan. Yeah, niat yang kuat, rencana yang matang, langkah yang jelas, dan mengerti lintasan dengan baik.

Ya, begitulah. berlari untuk mencapai target, seperti atlet yang lari maraton, tak ingin ada yang melewati atau menyalip walau hanya sedetik. Inilah cara untuk mencapai target besar dalam hidup.
Dengan berlari, kita tak punya waktu untuk berpikir macam-macam, berpikir negatif untuk menghentikan langkah kita sendiri. hanya berlari dan BERLARI.

Lalu bagaimana jika kita kehabisan tenaga??
Realitanya, dalam kehidupan, kita tak akan kehabisan tenaga, jika napas kita sudah satu dua, oke, turunkan kecepatan tapi jangan pernah berhenti berlari, cukup turunkan kecepatan.

But, kenapa tak memilih berjalan??
Kau tak membutuhkan energi yang besar dan kau bisa menikmati perjalanan.
Ya, tentu, saya bisa menikmati perjalanan dengan berjalan, tapi saya membutuhkan waktu yang banyak untuk mencapai garis finish target saya, padahal dalam hidup, tentu tidak hanya ada satu target dalam hidup kita.
itu sudah pasti.
Dengan berjalan kita juga bisa saja tertarik dengan pemandangan di sekitar lintasan dan bukan tak mungkin kita berhenti untuk menikmatinya lebih lama. Lalu bagaimana dengan target kita??
Kita bisa saja benar-benar berhenti berjalan untuk mencapai garis akhir.
Tapi dengan berlari, kita tak memberikan satu detikpun untuk menikmati apapun yang akan menghambat kita. kita hanya akan menikmati setiap langkah yang kita ayunkan, hingga akhirnya memasuki garis finish dan mengejar target lainnya, dan pada suatu saat, kita akan menikmati semuanya, SEMUANYA tanpa target.

so, BERLARILAH, kejar target dan impian-impian dalam hidup ini. berlari dan berlari.
CHASE OUR DREAM become TRUE, jangan biarkan mimpi-mimpi itu hanya menjadi penghias tidurmu, tapi buatlah menjadi kenyataan.
karna setinggi dan seirassional apapun mimpimu, sungguh Tuhan Maha Mendengar :)

lalu, apa yang kau pilih?? berlari atau berjalan??
hidupmu ada di tangan dan kakimu sendiri...

Sunday, October 23, 2011

inilah harapan....

kamu udah berhenti berharap??
kemarin ada yang tanya gitu..
wow..
dan aku menjawab : apa aku pernah berharap??
kalaupun aku berharap, apa aku harus mengatakannya??
karena aku yakin, harapanku, walau tak ada (manusia) yang mendengarnya, ada yang mendengar harapanku di atas sana..
bukan berarti aku berharap..
tidak.
aku tidak ingin berharap apapun, karena kadang harapan itu menyakitkan, walau seringkali harapan itulah yang menghidupkan..

harapan, hope..
aku pernah memiliki seribu harapan, seribu impian, seribu mimpi..
dan hancur dalam satu alasan : alasan yang indah -alasan yang sama jika aku melakukannya beberapa waktu yang lalu-
alasan yang aku harap (kali ini aku benar-benar berharap) bukan sekedar harapan, tapi sebuah komitmen yang benar2 komitmen..

entahlah...
apa salah jika aku berharap??
apa benar aku berhenti berharap??
aku tak tau..
aku benar-benar tak tau..
yang ku tau hanyalah bahwa aku tak tau..
mungkin jika diijinkan, aku hanya ingin menyebut namamu dalam doaku..
masih seperti apa yang kulakukan selama beberapa tahun lalu,
hanya dengan kalimat yang berbeda..
bolehkah??
:)

aku tidak mengharapkanmu, sungguh.....

Friday, October 21, 2011

jalankuu, the sweetest way??

saya rasa Dia memang tau segalanya. Dia Maha Tau, Maha Mengetahui, dan sungguh Maha Kuasa.

kenapa saya tiba-tiba merasa begitu??

entahlah, mungkin karena depresi di otak saya menghidupkan satu titik nyala api. saya tak seberapa suka masuk di Universitas Brawijaya -awalnya- karena satu, dua atau banyak hal. tapi, bukankah ini pilihanmu?? mungkin begitu pertanyaan yang akan muncul. Ya, ini pilihan saya, pilihan setengah hati, pilihan dengan alasan klise. hanya sekedar memilih agar option pilihan tak mubadzir -bodoh sekali bukan- bahkan jujur saja, pilihan pertama saya itupun setengah hati.

saya bodoh?? ya, mungkin ! tapi di jalan terbodohpun saya masih mengikuti kata hati saya, ini benar-benar pilihan saya pribadi, murni tanpa campur tangan (manusia) siapapun. saya tak mengikuti saran-saran dari orang-orang terdekat saya, walau sejujurnya, keinginan saya adalah kuliah di institut teknologi.

ya, itulah yang dari dulu ada di kepala saya, menjadi seorang teknisi, atau impian saya untuk membahagiakan kedua orang tua saya, bersekolah di sekolah gratis. Untuk alasan pertama, kenapa saya tak memilih jurusan teknik itu sendiri, itu karena saya tak mendapat ACC dari kedua orang tua saya, karena banyak alasan, okelah saya terima saja. dan untuk keinginan kedua, haha saya belum bisa menuntut ilmu di sekolah gratis -entah karena saya yang bego atau saingan-saingan saya yang lebih pintar-

sekarang, saya menjadi mahasiswa ilmu dan teknologi pangan, dan hey ! saya sadar, ini kan juga teknik, teknik mengolah bahan pangan. wah nantinya saya pun bakal jadi teknisi. Dan satu hal lagi, saat saya "berjalan-jalan" di perpustakaan Universitas Brawijaya, dan iseng sekali membuka buku teknik, MasyaAllah, ampun dah, isinya hanya rumus dan rumus, apa saya tahan jika saya berhasil masuk ke jurusan-jurusan itu??dari sinilah saya membuka hati saya, ah Tuhan sungguh Maha Tau, Dia sungguh Maha Melihat, bahkan yang belum terlihat. Dia menyiapkan sebuah jalan untuk saya, jalan yang Insyaallah baik untuk saya. di jalan ini, Insyaallah saya juga bisa mendedikasikan ilmu saya untuk bangsa saya ini, tak mengubah cita-cita, hanya merubah jalan untuk meraihnya. cita-cita memajukan teknik di Indonesia -tadinya-, sekarang menjadi cita-cita mengentaskan krisis pangan Bangsa kaya tapi miskin ini.

Ah, Tuhan, rencana indah apa lagi yang kau siapkan untukku yang dungu ini??

#untuk teman-teman yang masih galau dengan apa yang sudah diterima, terima sajalah, percayalah, Dia sungguh Maha Tau

pergilah

kau mengendap-endap
berjalan pelan sambil bersembunyi
langkahmu sepi tapi mantap
kau berada di balik hal-hal yang tak terlihat
kau berjalan di belakangku
mendekatiku
ingin mengejutkanku
ingin berteriak di telingaku
aku tau..
kau di situ
berada di tempatmu
menunggu waktuku lalai
menunggu aku tak siaga
agar kau bisa membunuhku
aku tau
tapi maafkan aku,
untuk kali ini,
aku mohon pergilah,
jauhi aku
larilah dari kehidupanku
untuk sementara...
sampai suatu saat
aku tau kau akan datang,
bersama pangeranku,
bersama kuda putihnya,
dan bersama mawar merahnya..
aku tau...
Dia sudah mrencanakan semuanya,
di lembaran sebelum aku diciptakan..
Ah cinta,
jauhi saja aku
aku masih ingin meneguk sari sari dunia,
aku masih ingin mencicipi setiap ilmu di dunia ini,
jangan dekati aku dulu,
karena aku tak mau kau mengganggu stiap waktuku..
datanglah,
jika benar-benar saatnya kau datang
saat semuanya halal bagiku..
saat pengeranku datang, bersama kuda putihnya..
meniti jalan menuju pulang..
bersamamu kelak...**saturday morning, 8oktober2011 :)

Thursday, September 29, 2011

Kalian, Mama Papaku :)


Dari dulu kalian slalu bilang, “hidup mama sama papa cuma untuk berjuang buat anak-anak, nyekolahin kalian sampe jadi orang yang sukses, mama papa gak bisa ngasi harta apa-apa, tapi papa sm mama cuma ngasi fasilitas buat kalian cari ilmu, mama papa mau ngasi warisan ilmu yang gak akan pernah habis”, ah btapa aku cinta kata-kata itu.

Dan hari ini, adalah pengumuman kelulusan tahap selanjutnya untuk menjadi mahasiswa STAN. Hari yang amat aku tunggu, karena inilah harapan kalian kepadaku, menjadi mahasiswi di sekolah tinggi ini. Kenyataanya aku gak diterima di sini, entah karena emang akunya yang bego atau belum rejeki aja. Ah rasanyaaaaa nyeseeek. Ini harapanku setelah aku gak berhasil masuk di STIS, ini harapanku supaya aku bisa ngeringanin beban kalian berdua, yang dari awal udah beraaat banget rasanya, walau kalian gak pernah ngeluh sedikitpun, SEDIKITPUN ! ini caraku buat ngebahagiain kalian, kalian berdua, mama papa yang aku kangeeen banget.

Aku emang gak nyesel gak bisa masuk di sana, karena aku udah berusaha maksimal selama setahun lebih untuk bisa sekolah di sana, aku tau kalian pasti tau. Bahkan kalian masih membesarkan hatiku, “kalo km masuk di sana kan, Cuma setaun apa udah siap kerja??”. Ah Tuhan, besarkan hatiku dan hati kedua orang tuaku yang amat mencintai anak anaknya.  Aku cuma kecewa, knapa rasanya aku gak bisa ngebuat kalian bahagia dan ngeringanin beban kalian yang gede bangeet.

Hmm, entahlah, aku kehilangan semangatku rasanya, Tuhan mengambil satu persatu apa yang jadi semangat hidupku, dia, impianku, cita-citaku. Walau aku tau mungkin ini yang terbaik bagiku, bagi hidupku, yang aku tak pernah tau apa jadinya kelak. Sekarang aku hanya berusaha untuk mencintai kota Malang, mencintai Universitas Brawijaya, mencintai Teknologi Pangan, dan sebagainya yang harus aku jalani dengan sungguh-sungguh mulai saat ini.

Ya Tuhanku Yang Maha Mengetahui,  jika memang ini yang terbaik bagiku, karena hanya Kau yang tau apa yang baik bagiku dan apa yang tak baik bagiku, berikan aku kekuatan untuk menjalani hidupku, hadiah terindah dariMu. Berikan aku kekuatan untuk terus membuat prestasi dan membahagian kedua orang tuaku, karena satu hal yang benar-benar ingin aku lakukan adalah membahagiakan mereka, yang selalu berjuang bagi anak-anaknya. Membuat mereka tersenyum karena aku dan adik-adikku.

Ya Allah Ya Rabb Yang Maha Kuasa, berikanlah mereka berdua kebahagiaan, selalu, dimanapun dan kapanpun mereka berada :) mereka yang selalu mencintai anak-anaknya melebihi hidup mereka sendiri.

Amiiin :) :).

Thursday, September 22, 2011

KESAKTIAN KATA


Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, remaja di era ini membutuhkan filter yang kuat untuk mempertahankan apa yang sudah benar dan menjauhkan diri dari apa yang seharusnya tidak dilakukan. Banyak media yang dapat menjadi sarana untuk mengarahkan remaja untuk tetap berpegang teguh pada pendirian yang benar. Salah satunya adalah dengan karya sastra novel.
Negeri 5 Menara adalah salah satu novel yang berisi sebuah cerita yang jarang ada di dunia karya sastra. Novel yang diangkat dari kisah nyata ini sangat membangun karakter remaja. Berisi tentang kehidupan seorang remaja yang melanjutkan studinya di Pondok Pesantren karena kemauan dari orang tuanya, bukan dari kemauannya sendiri. “Berawal dari sebuah keterpaksaan dan berubah menjadi kesyukuran”, begitulah sang penulis menggambarkan perasaannya setelah menjalankan kemauan dari kedua orang tuanya. Padahal biasanya, pada saat-saat remaja adalah saat dimana keegoisan seseorang sangat tampak dan dominan, tapi Alif pada tokoh ini menunjukkan kebesaran hatinya untuk menerima keinginan dari orang tuanya, menanggalkan keinginannya sendiri untuk bersekolah di SMA. Bukankah baik apabila setiap remaja memiliki mental seperti itu, mengetahui bahwa orang tua memilihkan yang terbaik bagi kita. Tak mungkin bukan, kedua orang tua kita menjerumuskan kita pada hal-hal yang tidak baik.
Novel luar biasa ini dibuka dengan kesaktian satu kalimat berbahasa Arab “Man Jadda Wajada” yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Kalimat sederhana yang  juga mampu membius hati pembaca. Benar bukan, siapa yang bersungguh-sungguh pada apa yang dikerjakannya, maka dia akan memperoleh keberhasilan. Inilah inti dari novel Negeri 5 Menara ini. Kadang tiap insan memerlukan kalimat-kalimat dalam hidupnya untuk dijadikan sebagai motto, seperti halnya “Nothing Impossible”, “Man Jadda Wajada” memiliki kekuatan besar untuk membangkitkan seseorang yang kehilangan semangat, membuka mata bahwa kita harus bersungguh-sungguh dalam menjalani sesuatu dalam hidup. Ada banyak hal yang ingin kita raih dalam hidup ini, banyak impian dan keinginan yang dicita-ditakan, dan tak semudah membalikkan telapak tangan untuk meraihnya, kadang tikungan-tikungan tajam dalam perjalanan dapat menjatuhkan kita, itulah fungsi sebuah kalimat sebagai pengingat, pembangkit dan penyemangat agar kita melanjutkan perjalanan untuk meraih cita-cita.
Kalimat demi kalimat yang ditulis memerintahkan setiap insan di bumi ini untuk terus menuntut ilmu, hanya karena Allah SWT. Bahkan ada kalimat “Beruntunglah kalian sebagai penuntut ilmu karena Tuhan memudahkan jalan kalian ke surga, malaikat membentangkan sayap buat kalian, bahkan penghuni langit dan bumi sampai ikan paus di lautan memintakan ampun bagi orang yang berilmu”, tidakkah luar biasa kekuatan ilmu yang dimiliki setiap insan. Ilmu lebih mahal dari harta, ilmu tak bisa dicuri, tapi harta bisa. Ilmu semakin diamalkan maka semakin kaya, tapi harta tidak. Ah, apa jadinya hidup tanpa ilmu, seperti halnya melakukan perjalanan tanpa bekal apapun.
Tak hanya kalimat-kalimat menawan yang disajikan, tapi isi dari cerita semakin lama semakin menarik, pentingnya sebuah kedisiplinan, itu juga ada di dalam novel ini. Penulis menceritakan bahawa murid tahun pertama di Pondok Madani ini diberitahukan tentang qanun, yaitu aturan disiplin di Pondok ini. Hebatnya, qanun ini tidak tertulis, hanya dibacakan sekali saat hari pertama murid Pondok masuk. Setiap apa yang melanggar isi qanun itu akan mendapatkan konsekuensi. Jarang sekali bukan ada peraturan tidak tertulis di sebuah organisasi maupun negara. Qanun ini membuat setiap murid menyerap apa isi qanun, memasukkannya pada hati masing-masing, dan mematuhinya. Alangkah hebatnya jika bangsa ini memiliki peraturan tak tertulis yang seperti itu. Apa gunanya memiliki berlembar-lembar peraturan tapi tak ada satupun yang ditaati.
Membaca lembar demi lembar Negeri 5 Menara membuat mata semakin terbuka, membuat semangat kian membakar untuk menuntut ilmu, jangan takut merantau untuk menuntut ilmu, terjanglah jarak untuk mencari apa yang sangat kita butuhkan dalam hidup yaitu ilmu. Bahwa mempelajari bahasa adalah salah satu kunci untuk mencari ilmu ke penjuru dunia. Dan niat saja tak cukup untuk perbekalan menuju kesuksesan untuk mencapai cita-cita, tapi ketekunan juga adalah hal yang sangat penting. “Saajtahidu fauqa mustawa al akhar” bahwa aku akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain.



Sunday, September 18, 2011

black hole


Lubang hitam??
Istilah kerennya sih black hole..
dan tau gak kenapa black hole itu bisa terjadi??
Oke start from here..
in simple way..

"Pandang langit malam di atasmu,
lihat titik-titik kecil yang entah berada brapa jauh dari tempatmu berdiri,
Apa yang kau lihat, belum tentu dia ada…"

Bintang –kita bayangkan aja matahari- itu mempunyai sebuah energi yang sangat besar, dia juga punya gaya gravitasi yang wah luarbiasa. Ya kita liat aja planet yang mengelilingi matahari ini, bukankah mreka smua begitu setia mengelilingi matahari, dan entah brapa lama mreka sudah mengelilingi matahari yang terus memancarkan cahaya dari dalam dirinya (udah kayak inner beauty aja ya hihihi).

Tiap bintang memiliki sebuah masa, suatu saat bintang itu akan mati, inti bintangnya meledak tapi gaya gravitasinya tetap bertahan. Akan ada ledakan super dahsyat yang biasa disebut dengan supernova (keren banget namanya). Inilah akhir dari zaman keemasan sang bintang. sebelum terjadi sebuah ledakan yang bahkan terangnya melebihi terang saat masa remajanya, bintang memancarkan energi yang bahkan lebih besar dari akumulasi energi sepanjang hayatnya. Subhanallah...
sayang sekali bintang itu mati.. 
Tapi ingat masih ada yang nyisa kan, ya, gaya gravitasi dari bintang itu masih ada. Bintang menjadi material-material kecil yang masih memiliki gaya gravitasi yang hebat, itulah yang kita sebut dengan lubang hitam. Sesuatu yang sanggup menelan apa saja tapi tak tau akan menuju kemana, masih menjadi sebuah misteri.
mau nyoba??

Dan alangkah hebat kita jika menjadi layaknya sebuah bintang. Dalam hidupnya, dia  selalu menjadi penerang bagi sekitarnya, dia menjadi sebuah energi yang luarbiasa bermanfaat bagi hal hal yang mengelilinginya. Bahkan, bukankah dia selalu ada walau tak nampak?? Dan dimasa kematiannya, dia masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi siapa saja yang mendekatinya..


bintang,
Cobalah menjadi bintang, jangan hanya sekedar menjadi bulan yang terang hanya karena energi dari sang surya..
tanpa matahari, dia tak akan pernah menjadi indah..

*terinsipirasi dari sebuah kalimat : kenapa lubang hitam??*

biru


Kemarin rasanya menuntut,
Kenapa daun pohon warnanya hijau, kok nggak biru aja..
sekarang baru bisa ngomong, kalau pohon warna biru
Dan langit juga warna biru, pantai tak akan pernah kelihatan
indah saat setelah keluar dari hutan yang hijau..
bukankah semuannya indah dalam perbedaan..
kalau pohon warnanya biru, nanti bumi jadi kelihatan biru penuh dari bulan,
kalau semuanya jadi biru, nanti bangsaku tercinta ini, gak akan pernah jadi zamrud khatulistiwa..
biru hijau merah kuning semuanya berpadu menjadi sebuah
tatanan yang indah di mata kita..
perbedaan bukan menjadi sebuah alasan  untuk pertikaian dan perpisahan..
perbedaan dapat melengkapkan kekosongan dalam sebuah makna..

-17september2011-

Thursday, September 8, 2011

cry or not??

cry dalam bahasa Indonesia artinya menangis, pernah menangis??
saat kau mengeluarkan air mata -dari mata tentunya- entah karena sedih ataupun senang, itu namanya menangis.

daaaaan.....
tetteretteeet...

aku yakin menangis tak akan menyelesaikan masalah apa pun. tapi aku pun yakin menangis akan memberikan perasaan lega pada hati kita. Dirasakan atau tidak, menangis akan memberikan efek pada sebagian kecil sisi kehidupan kita yang kita tangisi.
menangis itu boleh, tapi jangan selalu dibolehkan, jangan selalu diberikan fasilitas untuk slalu dituruti, ntar jadinya malah birnyi (baca : cengeng).

menangis karena patah hati??
OKE ITU BOLEH, tapi jangan terus terusan nangis. Apa gunanya nangis kalo cuma ngabisin air mata dan gak ngubah apa pun?!!! apa gunanya kalo apa yang kita dapat itu NIHIL ! oke silahkan menangis, hentikan jika itu lebih dari seminggu, alihkan pikiran kepada hal hal positif yang lain.

bagi semuanya yang lagi patah hati (seperti saya?? ah tidak, saya tidak patah hati kawan, walau telah mengalami putus cinta, saya tidak patah hati. Hati saya masih utuh), menangislah, rasakan kehilangan (jika baru putus), tapi jangan lama lama, HENTIKAN !! ayo KEEP GOING GO AHEAD !! masih ada ribuan mimpi yang tertunda untuk dicapai dan diwujudkan, jangan biarkan dunia menertawakanmu, tapi tertawalah bersama dunia. Hidup masih panjang, so jangan di sia siakan.
Dan tentang cinta?? percayalah Tuhan telah membuat rencana yang indah untuk kita, suatu saat Dia akan mempertemukan kita dengan Bidadari atau Pangeran (berkuda putih) yang terbaik untuk kita, just believe it dude! semuanya akan indah pada waktunya. -jujur aja aku percaya sama kalimat ini-




*lagi kacau balau*

DIAM

Kubuka mataku,
Aku masih lemah dengan indra-indra yang belum berperan maksimal.
Ku mulai tumbuh, dengan semuanya yang berjalan di  mataku
Cepat lambat ku kenal tempatku berpijak, ku kenal tempatku tumbuh dan berkembang.
Ku kenal dunia, ku kenal bangsaku, INDONESIA
Saat ku duduk di sekolah dasar,
Diajariku lima dasar konstitusi Negara ini, pancasila
Ku bertambah besar, dan mulai memahami  masalah, mulai mengimplikasikannya dengan hukum, moral, budaya, dan perasaan
Budaya bangsaku dicuri, kesenian yang merupakan kesenian bangsaku dicuri oleh negara lain. Ku hanya bisa marah dan melihat, tak bisa lakukan hal lainnya, hanya diam.
Kekayaan alam negaraku, sumber kesejahteraan rakyat dicuri pihak luar. Kekayaan untuk kemakmuran rakyat dieksploitasi tanpa ampun, lagi-lagi ku hanya bisa marah, mengumpat dalam hati, menangis dalam diam, ya, diam.
Pikirku, ku hanya anak kecil, bagaimana aku bisa lakukan sesuatu untuk bangsaku..
Tapi kini, ku takkan hanya diam, aku adalah generasi Diponegoro, Imam bonjol, Pattimura, Soekarno, Hatta. Aku adalah penerus, yang kan berperang untuk Negara ini. Ya, aku akan berjuang untukmu, bangsaku !!

---------aku. Andai semua remaja adalah aku------------

Civic exam 23 des ‘09
Rewriting at 26th of May ‘10

Thursday, September 1, 2011

MAAF

MAAF??
satu kata ini menurutku adalah sebuah kata yang mahal dah murah.
Mahal karena tak semua orang mudah untuk mengatakan kata itu. Sebuah kata yang biasanya dikatakan oleh seseorang ketika orang itu merasa telah melakukan sebuah atau bahkan sepuluh buah kesalahan. Dan knapa tak smua orang mudah untuk mengatakan kata “maaf”? YA, karena dengan mengucapkan kata maaf, kita tanpa sengaja merendahkan keangkuhan kita, dan dengan otomatis menaikkan harga diri kita. Membuang jauh jauh rasa  angkuh itu tak mudah, itu sebabnya maaf adalah kata yang mahal.
Lalu..
Kenapa “maaf” adalah kata yang murah?
Karena juga ada orang orang yang mudah sekali mengumbar umbar kata maaf, mudah sekali meminta maaf, padahal belum tentu menyadari apa salah dirinya. Maaf – bikin salah lagi – maaf – bikin salah lagi. Hasilnya : NIHIL !! Bukankah maaf juga kata kata yang murah?
Maka, katakanlah MAAF stelah INTROSPEKSI, MENYESALI, dan jangan pernah katakan maaf lagi pada kesalahan yang sama, karena berjanjilah untuk tak megulangi kesalahan.
*MEMINTA MAAFLAH dan MAAFKANLAH